10 Januari 2010,
Saya sudah 20 tahun,
Makin dewasa secara usia, makin matang secara fisik..
Tapi apakah diikuti oleh matangnya perilaku dan sikap?
TIDAK SAMA SEKALI
Tengoklah saya kemarin,
Tetaplah seorang saya yang sombong, egois, pendendam… dan temperamental
Terus jatuh di lobang yang sama, tetap tak mau kesalahan orang lain dan memandang prinsip hidup tuk diri sendiri
Hanya hidup untuk hari ini, tanpa peduli esok seperti apa
Masih menantang semua omongan dan nasehat orang tua dan dicap teroris dalam keluarga
Bahkan tahun ini berhasil membuat rekor baru:adu jotos dengan ayah
Membentak nenek saat beliau memberikan bekal berlebih saat mau balik ke Pare, nenek nangis dan kembali adu jotos dengan ayah
masih tak dapat memaafkan ibu, dan kehilangan seorang April…
masih terus terngiang, tangis tanpa suara dari nenek
Luka di pipi bekas jotosan masih terasa perih, bentakan amarah ayah
Dan semua tangis dan luka akibat semua ulahku
Dimana aku merasa bangga, merasa menang saat melihat semuanya
Walaupun hancur rasanya saat melihat mereka menangis,
… jahat!
Ya aku jahat!
Benar aku jahat! Setahun ini tak satupun aku berbuat baik
Aku selalu saja mengecewakan orang
Maafkan aku yang seperti ini
Yang terkadang muak dengan semua harapan dan angan yang kalian tujukan padaku
Harapan seorang anak pertama, harapan tumpuan dan masa depan keluarga
Simbol dari kesuksesan mendidik anak, tulang punggung masa depan keluarga
Dan menjadi panutan dari semua adik2ku
Yang terkadang buatku muak dengan semua yang kalian ingini
Ayah, ibu, tak pernahkah aku buatmu bangga?
Apakah aku anakmu yang gagal? Yang selalu saja memberontak dan tak pernah bisa buatmu tersenyum sedikit saja?
Tak pernah kau memberiku ucapan selamat walaupun aku selalu meraih juara satu,
terkadang aku iri kepada mereka, yang dipeluk orang tuanya dengan bangga sambil berkata, “ini baru jagoan ayah..!”
Malahan kau memberikan kata yang pahit saat ku gagal, meninggalkan sendiri dengan semua kesibukanmu
kenapa sampai sekarang kalian tak bisa termaafkan dihatiku?
Dengan segala kesalahan di masa lalu hingga sekarang, tak pernah kau mau merubah sikap dan perilakumu
Aku ingat kemarin,
Rabu, 6 Januari 2010
Terimakasih buat pak Hatta… yang telah merubah arah pandangku yang salah kaprah
Membuat egoku yang selama ini kokoh seakan runtuh begitu saja
Menyadarkanku bahwa aku hanya seorang anak, yang selama-lamanya akan tetap menjadi seorang anak dari orang tuaku
Selama ini aku hanya berpikir tentang diriku sendiri, hanya melihat kesalahan2 orang tuaku
Hanya mengejar hawa nafsu, tetap berpikir picik seperti anak TK yang tak dibelikan permen oleh orang tuanya
Pernakah aku berkaca pada diriku sendiri?
Melihat semua kesalahan dan tindakan konyolku yang menyakiti orang lain? Tidak pernah
Maafkan aku…
Andai ku tahu,
Segala susah payah kedua orang tuaku
Yang dulu belum semapan sekarang, saat mereka masih susah dan dibantu mertua
Saat ayah masih pegawai sukarelawan, yang berhutang sana sini hanya demi sekaleng susu
Saat mereka rela makan nasi jatah pasien di RS karna semua uang gajinya habis untuk keperluanku
Saat mereka rela hujan2 membawaku ke dokter waktu ku demam
Hingga mereka dibantu mertua karena saking banyaknya keperluanku waktu itu
…
Saat teringat semua itu, trenyuh rasanya hati ini
Dengan susah payah orang tua membesarkanku hingga aku bisa kuliah sekarang
Aku tersadar sekarang, betapa salah dan rendahnya diriku
Tak ubahnya seorang pecundang yang tak pernah sadar kalo dia hanya pecundang!
Segala jerih payahnya hanya kubalas dengan pergumulan
Cucur keringatnya cuma kubayar dengan amarahku
Dan tangisnya kulunasi dengan umpatanku
Sakit rasanya hati ini mengingatnya, bahkan lebih sakit saat ayah bilang..
“aku gak bakalan minta sepeserpun darimu bila kau telah bekerja nanti,
aku hanya ingin melihatmu jadi orang yang bisa kubanggakan..”
Jadi inilah semua balasanku pada mereka?
Maafkan aku yang selama ini selama ini menyakitimu
Maafkan aku yang hanya bisa kecewakanmu
Aku tak ubahnya seorang tak tahu terimakasih
Yang terus mengecewakan dan menyakiti dari hari ke hari
Yang tak pernah sadar bahwa kau salalu mendoakanku
Yang selalu memaafkan kesalahanku
Yang hanya mengelus dada saat aku sakiti hatimu
Yang menangis dalam tawamu
Dan entah tahu apa tidak, ribuan kali aku mendustaimu
Aku sadar sekarang, aku bukanlah seorang anak yang baik, bukan figur yang pantas dibanggakan
Menangislah aku sekerasnya, karna tak tahu lagi apa yang harus kuperbuat
Bersujud didepanmu, berharap semua maafmu
Hanya itu yang bisa kuucapkan..
Maafkan aku,
Maafkan aku,
Maafkan aku…
Mereka hanya berkata,
“kumaafkan salahmu, ibu sayang kamu.. ibu bangga padamu yang mau minta maaf, sekarang aku cuma minta satu hal, buatlah kami bangga”
Tangis kami memenuhi ruangan,
Aku merasa menjadi manusia paling berdosa,
Aku yang terus mengingat semua kesalahan mereka, yang kupendam bertahun2
Merasa malu saat mereka dengan mudahnya memaafkan aku
Aku hanya seorang anak, selamanya hanya seorang anak
Yang gak bakalan bisa melebihi orang tua
Hari ini, 10 januari 2010
Aku ingin jadi manusia baru, manusia yang lebih baik… jauh lebih baik dari kemarin
Ingin membuat orang tuaku bangga dengan segala yang kulakukan
Ingin pada suatu hari nanti,
Mereka menyaksikan wisuda kelulusanku,
Bersanding disisiku yang mengenakan toga, berfoto bersama
Dan adikku memamerkan foto tersebut kepada teman2nya sambil berkata..
“ini lho kakakku…! Dia keren kan? Suatu hari nanti aku ingin menjadi sepertinya…”
#HAPPY B’DAY TO ME, WISH ME ALL THE BEST#
20100111
happy bday to me
Posted by akusayangdani at 8:13:00 PM 0 comments
Subscribe to:
Posts (Atom)
